The Candidate

” The Candidate “

Kelompok Garis Merah
Fajar Kadafi, I Gd Sugiada, Ida Bagus Suryantara, I Md Suyatna, I Md Suartama, I Nym Sukariana, I da Bgs Pt Radyana.

1 – 14 July 2009

Candidate atau Kanditat atau Calon, sebuah kata yang sangat sering kita dengar atau baca di media cetak maupun elektronik beberapa bulan terakir ini. Mulai dari berita para kandidat presiden Amerika sampai kandidat perdana Mentri Iran. Didalam negeri pun tak kalah semaraknya. Pesta demokrasi memilih para kandidat wakil rakyat untuk duduk tingkat di DPR Kabupaten, Provinsi dan Pusat. Dan pemilihan kandidat Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Setiap hari menjadi berita utama di media cetak maupun elektronik. Selalu ada berita menarik dari sang Kandidat, mulai dari: penampilan mereka, gaya pidatonya, janji janji yang diumbar; sampai tingkah Kandidat yang menghadapi kekalahan. Tak kalah menarik, Rumah sakit pun sampai sampai harus menyiapkam Team khusus dan kamar perawatan bagi yang kalah, karena ada kemungkinan bakal Gila. Jadi Kandidat anggota Legislatip bisa berubah menjadi Kandidat Gila.

Bagaimana kalau kata Kandidat ini disuguhkan kepada sekelompok seniman muda yang terhimpun dalam kelompok Garis Merah untuk menjadikannya sebagai thema karya untuk pameran mereka di Sika Gallery dengan masa persiapan tiga minggu?
Seniman sepenuhnya diberikan kebebasan menyikapi makna kata yang didapat dari kata Kandidat. Mereka bisa menerima dan melihat dari sudut pandang masing-masing. Kandidat tidak diartikan sebagai calon Presiden atau calon Legislatif. Tapi bisa saja menghadirkan diri mereka sendiri sebagai Kandidat seniman.

Hal hasil, ternyata mereka bisa menghasilkan karya yang beragam dalam thema maupun media dan teknik. Suyatna misalnya, terinspirasi menggambarkan figur Badut-badut. IBP Radnyana hadirkan lukisan Kecap khusus untuk Capres, Suryantara terinspirasi melukis tikus tikus lagi bermain. Suartama, menghadirkan karya tiga dimensi yang menggambarkan kepala dengan mulut Keran tanpa air tapi sarat dengan janji janji kampanye. Sugiada, melukis dengan kata-kata tanpa makna dan Sukariana, menampilkan karya-karya yang kelihatannya yang dia kerjakan jauh-jauh hari sebelum thema ditentukan.

Selamat menikmati.

Wayan Sika

Comments are closed.